PANEMBAHAN SEGOROMADU ( Mbah Abdur Rozak )

Selain masyarakat asli dan yang bermukim di Segoromadu serta para Pemerhati Warisan Budaya Gresik mungkin nama ini baru didengar. Ya ... makam yang terletak persis di belakang Radio Suara Giri (± 100 m ke timur dari Jl. Veteran Gresik) bisa dikatakan sebagai "Cikal Bakal" nama Segoromadu.

Banyak versi mengenai beliau. Ada yang menyatakan bahwa masih keturunan Sunan Giri dari garis Sunan Sedo Ing Margi.



Ada yang menyatakan bahwa Beliaulah sebagai penunjuk lokasi pada saat Sunan Giri mendapat segenggam tanah dari Ayahanda Syech Maulana Ishaq sepulang dari Negeri Pasai. Dan kesamaan tanah tersebut ditemukan di Sidomukti yang sekarang menjadi Kelurahan Sidomukti Kecamatan Kebomas.

Versi yang dipercaya masyarakat setempat bahwa keberadaan Panembahan Segoromadu adalah seorang yang sangat pemberani terutama dalam menyebarluaskan keyakinan Islam dengan ber-amar ma'ruf nahi mungkar. Beliau juga dikenal sebagai pemuda yang sangat menyayangi ibundanya.

Alkisah keluarga ini sebelumnya tinggal di Bawean. Namun ditempat ini ibundanya terusir hingga terbunuh oleh masyarakat setempat. Terbunuhnya karena fitnah dari orang-orang yang merasa sakit hati keluarga mereka diperangi oleh Abdur Rozak.

Jasad ibundanya dibuang ke luat akhirnya terbawa ombak hingga sampai pinggiran Kali Lamong. Masyarakat menjadi heran karena disekitar jasad tersebut airnya tidak asin melainkan manis seperti madu. Maka Desa tempat ditemukan jasad tersebut menjadi SEGOROMADU (Segoro=Laut, Madu=Madu, Manis Bahasa Jawa).

Abdur Rozak muda setelah sekian waktu mencari akhirnya menemukan jasad Ibunya ditempat ini dan beliau bermukim di wilayah Segoromadu serta dipercaya menjadi penguasanya sehingga bergelar PANEMBAHAN SEGOROMADU.

Dalam cungkup makam yang bersebelahan dengan Mbah Abdur Rozak diyakini itu adalah makam Ibundanya yang tidak diketahui namanya.

Berikut juga kami sertakan beberapa foto mengenai Mbah Mirah Delima atau Pangeran Werung/ Gunung Wurung dan Nyai Sekar Delima sebagaimana yang sudah dituturkan sahabat kami. Pak Muhammad Samsul.

Mohon maaf bila ada versi lain yang tidak bisa kami detailkan disini.
Salam Suara Gresik. (EDP)



Edy Prianto 
Perjalanan siangnya saya sudah mendahui ke TKP dan mampir ke Ngargosari (Dewi Sekardadu) ketemu penguasa setempat Bapak Muchlison (Tokoh Agama, Pekerja Masyarakat dan juga Koord BKM Ngargosari). Terima kasih semoga tali silaturahmi senantiasa terjaga.


Muhammad Samsul 
Kami merasa dalam taraf pembelajaran menelisik sejarah. Mungkin dalam tulisan kami ada kekurangan mohon masukan sebagai langkah perbaikan. Kalau versi dalam mengulas tentu banyak perbedaan, tergantung siapa nara sumbernya sebagai referensi bahan tulisan. Disinilah kita harus bersikap arif untuk menarik kesimpulan yang mendekati kebenarannya. Tujuan kami semata ingin membangun kiat penelusuran sejarah Gresik (ngudal cerita sejarah) untuk generasi muda agar tidak lupa pada sejarah kota kelahiran dan tokoh tokoh yang terlibat didalamnya.


Muhammad Samsul 
Dan paling penting setelah kita mengetahui sejarah perjuangan tokoh tokoh yang makamnya selalu kita kunjungi adalah terciptanya kesadaran kita meneladani apa yang beliau lakukan selama hidupnya, dan bisa kita amalkan dalam kehidupan di tengah masyarakat,


Widya 
dan tidak menyalah artikan atau menyalah gunakan makam tersebut. ..menjadi negatif. ...biarlah mkm tersebut. ..tetapi apa adanya. ... kita sebagai generasi penerus. ..wajib menjaga kelestarian...keaslian...kebudayaan yang ada. ..sesuai sejarahnya. ...


Aditya Rahmat Putra 
selamat dan trs brjuang tuk sahabat2ku d SG. mohon maaf tdk bs ikut serta napak tilas brsama njenengan smua. kami sangat salut dg usaha njenengan sedoyo dlm menulusuri sejarah d grsk.akn sangat brmanfaat nantinya utk generasi akn dtg.


Edy Prianto 
Tentu sebuah proses yang tidak bisa instant ... semoga saja kita semua diberi istiqomah dalam melakukannya ...


Muhammad Samsul 

Bener sekali mbak Widya, tujuan kita yang paling besar adanya responsible dari pemerintah utk menetap situs situs sejarah itu dalam cagar budaya agar tidak tergerus oleh industrisasi yg sedang menggila di Gresik ini. satu demi satu situs situs sejarah sudah hilang seiring ratanya bukit bukit yang jadi bahan reklamasi di Gresik, serta kebutuhan lahan industri yang tidak lagi memperhatikan peninggalan sejarah kota ini. Gunung Kukusan di Panceng sudah rata, Gunung Surowiti dan Larangan sisi utara sudah rata meninggalkan tebing hampir 90 derajat dekat situs, juga makam panembahan Gunung Werung, Mbah Banten yg tinggal tebing curam yang berbahaya jika musim hujan. Dan sebentar lagi proyek prestisius Stadion Gunung Lengis, dimana di lokasi tersebut ada situ patung Perjuangan yang akan hilang diganti pilar pilar beton penyangga stadion. Kalau pemimpin Gresik ini rakus, lambat laun situs situs lain juga akan hilang jika tidak ada kontrol dari masyarakat yg peduli. Setidaknya Pemda Gresik harus berguru pada Lamongan untuk menjaga situs sejarah


Edy Prianto 
Cak Budzz itulah yang tidak kami ketahui namun yang pasti sebagian besar tanahnya sudah berkurang. Dulu kira2 tahun 2004-an masih berupa perbukitan yang luas dan rimbun namun sekarang terlihat curam dibanding tanah disekitarnya. Bila musim penghujan dikhawatirkan terjadi longsor. Di beberapa sisi sudah tampak upaya pengecoran ... akan tetapi sudah banyak retakan ...


Widya 
Gresik sangat terkenal dengan kota santri. ..sbtan tsb tdk salah karena di Gresik bnyk sx makam d situs sejarah yang kadang orang Gresik sendiri tidak tau. ...d tidak mengenal justru orang luar Gresik yang mengenalnya. ... disepanjang perjalanan yang sudah kusinggahi di Gresik ini kurang lebih sudah 40. ....makam waliyullah. .. yang mnyimpan sejarah bgtu bsar. ..tp trkdg tdk dhiraukan kbradaanx. ..karena kurang tahunya masyarakat. ... ..sebisanya kita juga d kita lestarikan. .. kita ceritakan pada anak cucu kita. ...

Posting Komentar

z Suara Gresik | # - # | Mengembalikan Gresik sebagai kota santri, yang taat beribadah, rajin mengaji, dan pekerja keras, tak akan meninggalkan ajaran agama Islam

Didukung oleh :f Afandi, Blogger, Tenda Suwur, GMP, Mode suwur, OmaSae, #, - # -