Memanjat Pohon Ental

Pada kesempatan sebelumnya aku begitu penasaran. Sepanjang jalan mencari-cari namun tidak kunjung menemukan. Padahal bekelok-kelok jalan yang aku tempuh. Telah berkilo-kilo meter jalan naik turun itu aku lalui. Hampir setiap pohon siwalan aku perhatikan. Bahkan beberapa kali juga sempat memperlambat laju kendaraan. Saat berangkat dan juga saat kembali. Namun sepertinya hari itu aku kurang beruntung. Pohon siwalan, orang-orang setempat lebih sering menyebutnya pohon Ental. Begitu menarik perhatianku saat itu. Setelah beberapa kali Pak Abdul Karim mengirimi kami legen asli dari Larangan. Dan menceritakan bagaimana legen itu didapatkan. Akhirnya aku berkeinginan kuat untuk kembali lain kali.

Beruntung ada Suara Gresik tempat menyambung komunikasi. Setiap kesempatan yang ada hampir tak pernah aku lewati. Meski beberapa kali ada halangan dalam kesempatan, namun akhirnya hari ini adalah hari keberuntungan. Ada kesempatan melihat Pak Sadeli memanjat pohon siwalan.

Pahon siwalan setinggi 35 meter itu dipanjatnya dengan lincah. Aku yang mencoba mengikuti hanya mampu beberapa meter saja dari atas tanah. Sudah merinding gemertaran. Namun Pak Sadeli yang kini berusia 62 tahun itu sangat cekatan naik hingga puncak. "Sejak 18 tahun" kata Pak Sadeli menjelaskan, ketika aku tanya sejak kapan dia melakukan pekerjaan ini.

Sebelumnya 'betek' yang telah disiapkan dicantolkan di tali yang yang ujungnya terikat di pelepah di puncak pohon. Sekitar selama perjalanan 50 langkah jalan cepat, Pak Sadeli telah sampai puncak, mengambil posisi, mengambil betek yang sudah dipasang. Tiga betek berisi getah bunga #ental diikat ditali untuk siap diturunkan. Sementara betek di ujung tali di bawah, ditarik naik. Dengan salah satu pisau dari dua pisau khusus yang telah disiapkan, Pak Sadeli memotong ujung bunga ental. Dan beberapa proses yang lain, memasukkan ujung bunga ke dalam betek. Betek diikat, dibungkus dengan plastik, kemudian dirangkap dengan kain. "Dibungkus agar tidak dimasuki tawon" kata Pak Karim yang menemani kami hari ini.

Hari ini aku memperhatikan Pak Sadeli memanjat dua pohon siwalan, dan 6 betek berisi penuh legen asli kualitas satu dibawah pulang. Aku sempat mencicipi beberapa teguk legen yang baru turun dari pohon. Nikmat sekali. Ya, nikmati sekali. Terutama yang pernah minum es legen yang dijual di pinggir jalan, perlu untuk mencoba legen yang baru turun dari pohon ini, apalagi bagi yang belum minum legen sama sekali.

Saat ini Pak Sadeli mengelolah 7 pohon. Untuk mendapatkan produk legen dan gula merah. Dulu sempat hingga 18 pohon dia kelolah. Karena keterbatasan usia dan keterbatasan pohon ental yang berproduksi bagus, itulah alasan kenapa dia membatasi pohon yang 'dideres'-nya.

Sukses untuk Pak Sadeli beserta istri. Terima kasih keramahan yang telah kalian berikan. Kini tidak banyak yang berprofesi seperti kalian, meski sebenarnya usaha ini tetap menjanjikan.

==================================
Semoga di kesempatan yang lain bisa menuliskan mengenai
Bisnis Produksi Legen dan Gula Merah
Manisnya Legen Panceng
Pak Sadeli dan Istri
Putra Daerah Panceng
Cara Mendapatkan Legen dari Pohon Ental


Pak Sadeli

..
Mu'amar Khoiron 
mantap pak Afandi Kusuma, saya ikut senang membaca artike/postinganl sampean ini, karena SG kini daerah saya lebih di kenal...terimakasih Pak.


Afandi Kusuma 
Ikut senang jika daerah Pak Mu'amar Khoiron menjadi lebih terkenal. 


Fatim Fitri Ndut 
Ati2 kepreset #pak_afandi


Harjo 
Mngingatkan masa kcil q mas Afandi Kusuma hehehe,Awas!!! Lunyu lho yo,soale hbis hujan.


Afandi Kusuma 
pohon siwalan cepat kering kalau kena hujan...

Posting Komentar

z Suara Gresik | # - # | Mengembalikan Gresik sebagai kota santri, yang taat beribadah, rajin mengaji, dan pekerja keras, tak akan meninggalkan ajaran agama Islam

Didukung oleh :f Afandi, Blogger, Tenda Suwur, GMP, Mode suwur, OmaSae, #, - # -